| Apakah pengetahuan bisa mempengaruhi hasil rukyah bil fi'li? |
|
|
|
|
Bisa. Misalnya, jika seorang perukyah sangat yakin bahwa menurut perhitungan --yang sering dijadikan pedoman dan acuan dalam melaksanakan rukyah-- hilal akan muncul pada suatu petang setelah Magrib, pada azimut sekian dan ketinggian sekian, maka pikirannya akan terpengaruh dan terbentuk, bahwa hilal pasti ada. Dalam suasana pikiran yang sudah terbentuk ini, terbentuk pula kesan bahwa ia melihat hilal walaupun awan sangat tebal dan hitam, bahkan sang surya terhalang. Jadi, alangkah baiknya jika orang yang melakukan rukyah tidak mengetahui hasil perhitungan hisab dan lain-lain, karena hal itu dapat mempengaruhi pikirannya. Sebuah contoh dapat dikemukakan. Seseorang yang mengetahui bahwa Menteri Agama akan datang pada suatu upacara, juga mengetahui tempat acara itu dilangsungkan, lebih mudah terkena kekeliruan manusiawi dalam mengenali profil Menteri Agama, dibandingkan dengan mereka yang tidak tahu bahwa Menteri Agama akan menghadiri suatu acara. Pengaruh kekeliruan subjektif ini tidak disadari oleh yang bersangkutan. |