| Dikatakan bahwa rukyah hilal mempunyai potensi kekeliruan yang lebih besar daripada perhitungan. Di manakah letak sumber kekeliruan ini? |
|
|
|
|
Potensi terbesar terletak di dalam proses kejiwaan, yang menjadi faktor dominan di dalam aktivitas melihat. Sementara itu, proses jasmani --yang justru menunjukkan ada atau tidak adanya hilal-- hanya merupakan faktor penunjang. Di dalam melakukan perhitungan, proses kejiwaan ini disisihkan. Misalnya, bagaimanapun besarnya keinginan seseorang penghisab bahwa tanggal sekian adalah Iedul Fitri, ia tidak bisa memanipulasikan atau merekayasa hasil perhitungannya untuk memenuhi keinginan tersebut. Kalaupun ia tetap melakukannya, akan segera diketahui karena hasil perhitungannya berbeda atau nyleneh dibandingkan hasil perhitungan puluhan bahkan ratusan penghisab lainnya. Jadi, yang terpenting dalam perhitungan adalah proses objektif, yang semata-mata berdasarkan perhitungan jasmaniah tanpa pengaruh keinginan, suasana hati, cita-cita, maupun pengetahuan. |