| Jadi, dengan komputer, tidak akan ada lagi kesalahan dalam hisab? |
|
|
|
|
Tidak demikian. Komputer hanya memperkecil tingkat kesalahan di dalam proses perhitungan, Sebagaimana diketahui, di dalam proses penghitungan, sumber kesalahan adalah: Kesalahan acak (random eror) berupa :
Kesalahan sistemik :
Dengan kelebihannya, komputer mampu memperkecil kesalahan. Namun, jika sistem yang digunakan --misalnya cara perhitungan, rumus-rumus, dan urutan perhitungan (algoritma)-- sejak awal sudah salah, maka tetap akan terjadi kekeliruan. Sebaliknya, walaupun rumus-rurnusnya akurat --misalnya dengan dukungan ilmu astronomi mutakhir, urutan perhitungan yang tepat, dan program komputer yang benar-- jika data yang masuk salah, maka hasilnya tetap salah. Semboyan canda dalam dunia komputer adalah garbage in garbage out. Artinya, walaupun komputernya canggih dan perangkat lunaknya bagus, jika data yang dimasukkan ternyata salah (istilahnya: sampah), maka yang keluar adalah sampah juga. Jika rumus dan atau teori yang digunakan keliru, maka semua alat bantu —termasuk komputer canggih-- tetap menghasilkan perhitungan yang keliru. Karena banyaknya cara melakukan hisab, banyak pula rumus dan cara perhitungan, dari yang berupa pendekatan (hisab 'urfy) berdasarkan perhitungan dengan landasan asumsi geosentris sampai kepada yang paling mutakhir, yaitu menggunakan ilmu astronomi modern dengan bantuan komputer. Bukan saja hasilnya, sering kali kesimpulannya juga berbeda. |